beranda

Thursday, November 7, 2013

CABAI yang Pedas-Pedes-Lalah




Makan nasi tanpa sambal…………..emmm
Bagi sebagian orang akan terasa hambar,bagai sayur tanpa garam.

Siapa yang tak kenal cabe, Sensasi pedas dari cabai memang bisa membuat makanan lebih lezat dan menambah nafsu makan.
Cabai atau lombok termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa harus membelinya di pasar.Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia.. Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980).
Tanaman  cabai masuk ke Asia, termasuk Indonesia berawal dari pelaut asal Portugis, Ferdinand Magellan yang menjelajah Afrika dan Asia. Konon, pertama kali cabai digunakan di India (1498) dalam makanan. Rempah ini juga digunakan dalamAyurveda(ilmu pengobatan tradisional India) untuk mengobati berbagai macam penyakit.Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi  dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung( sakit perut). Sebagian besar orang Indonesia menyukai masakan pedas dan kaya rempah.. Tapi tak hanya itu, cabai juga punya banyak manfaat bagi kesehatan.

Perlu diketahui bahwa ada berbagai bentuk dan tipe cabai. Semakin kecil ukurannya, biasanya rasanya lebih pedas dan memicu keluarnya keringat. Sedangkan cabai yang berukuran besar --termasuk paprika-- punya rasa yang lebih 'smooth' dan hanya memiliki aroma cabai yang sedap. Rasa pedas dari cabai bersumber pada kandungan minyak di tangkai dan biji buah berwarna putih.

Cabai memiliki khasiat antibiotik yang dapat membunuh bakteri di dalam tubuh karena kandungan capsaicin. Zat yang menimbulkan sensasi panas dan menggigit lidah ketika cabai dimakan.Selain sebagai antibiotik, capsaicin juga berkhasiat meringankan rasa sakit karena zat ini menstimulasi pelepasan endorphin. Yaitu hormon yang menenangkan dan menimbulkan rasa senang. Kandungan capsaicin pada cabai akan mencegah pengiriman sinyal rasa sakit ( baik sakit kepala maupun sendi) dari pusat sistem saraf ke otak  karena capsaicin memiliki sifat analgesik dan anti-inflamasi., sehingga rasa sakit tersebut akan berkurang dan bahkan hilang. Jadi Jika kita  ingin mengurangi pedasnya maka buang saja biji dan tangkainya. Memakan cabe dapat membuat keringat keluar dari tubuh. Memakan cabe bisa meningkatkan produksi keringat sehingga tubuh bisa lebih segar

 
 Cabai juga membantu dalam proses pencernaan makanan. Ketika dikunyah, capsaicin pada cabai akan menstimulasi indra perasa dan meningkatkan produksi saliva/air liur.Di dalam air liur terdapat enzim yang berperan penting melancarkan proses cerna. Begitu makanan dilumatkan dalam mulut dan tercampur sempurna dengan saliva, sistem cerna setelahnya (kerongkongan, usus, lambung) akan lebih mudah mengolah makanan.

Menurut hasil riset yang dipublikasikan pada American Journal of Clinical Nutrition, jika dikonsumsi cabai dapat membantu menurunkan kadar gula darah, khususnya pada penderita diabetes. Riset ini menunjukkan bahwa cabai dapat merangsang dan meningkatkan produksi insulin hingga 60%.
Tidak hanya mendukung sistem cerna, capsaicin juga efektif meningkatkan mood. Sebagai pengganti cokelat atau es krim yang tinggi lemak dan kalori, Anda lebih baik makan cabai atau makanan pedas ketika emosi sedang kesal, sedih atau marah. Sebab cabai memicu pelepasan endorphin yang memunculkan efek senang dan bahagia. Itulah sebabnya kenapa banyak orang yang ketagihan makan sambal. Dengan meningkatnya hormone endorphin Banyak orang yang merasa bahwa memakan makanan yang pedas di saat stress dapat membuat diri menjadi lebih baik.


Banyak yang beranggapan bahwa buah jeruk mengandung vitamin C paling tinggi. Ternyata anggapan ini salahh. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Berkeley Neurobiology, cabai kaya akan kandungan vitamin C. Bahkan kandungan vitamin C yang berada pada cabai lebih tinggi daripada kandungan vitamin C pada jeruk.. Jumlahnya bahkan bisa mencapai tujuh kali lipat lebih banyak dibandingkan jeruk. Vitamin C dapat berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mencegah proses penuaan dini.Cabai kaya vitamin A dan C, memiliki rasa manis pada bagian daging buahnya. Vitamin C  berguna untuk kesehatan gigi dan gusi. Kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan sariawan, tapi pikir-pikir dulu kalau ingin mengobati sariawan dengan memakan cabe. Vitamin C merupakan vitamin yang bersifat antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas sehingga mampu melindungi tubuh dari kanker. Jadi, cabe bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin C selain dengan memakan buah-buahan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Berkeley Neurobiology yang menunjukkan bahwa kandungan vitamin C, betakaroten, dan asam folat dalam cabai dapat menurunkan resiko kanker usus.Beberapa jenis cabai bahkan memiliki kandungan kartonoid likopen yang juga dapat mencegah timbulnya sel kanker dalam tubuh. Beberapa riset yang lain lagi menunjukkan peran cabai dalam mengendalikan pertumbuhan sel kanker.Misalnya, riset yang dilakukan oleh Cedars-Sinai Medical Center danUCLA School of Medicine.Hasil riset ini menunjukkan bahwa capsaicin dalam cabai berjasa tinggi dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Terkadang, capsaicin bahkan dapat membunuh sebagian sel-sel tersebut.
Beta-karoten dalam cabai juga cukup tinggi,Beta-karoten adalah zat yang di dalam tubuh diubah menjadi vitamin A. Dengan kata lain, beta-karoten adalah pro vitamin A. Vitamin A merupakan vitamin yang baik untuk kesehatan mata.Tidak hanya itu, cabai juga mengandung vitamin B, E dan berbagai macam mineral seperti potasium, mangan, folat, tembaga, dan tiamin. Tentu saja zat-zat tersebut bermanfaat bagi kita sebagai manusia. Vitamin B yang terkandung dalam cabai dapat meperlancar sirkulasi darah dan mengencerkan darah. Jika darah encer, maka darah akan lebih mudah mengalir. Selain itu, vitamin B juga dapat menurunkan kadar homosistein yang merupakan penyebab utama terjadinya kerusakan pada pembuluh darah.
Capsaicin sekaligus bermanfaat untuk mengencerkan lendir, sehingga lendir dapat mudah dari saluran pernapasan dan dapat meredakan pilek. Selain itu, capcaisin bersifat antikoagulan yang dapat melakukan pencegahan terhadap terbentuknya kerak lemak pada pembuluh darah. Hal ini dapat berguna untuk mencegah penyakit jantung koroner, impotensi dan stroke. Jadi, cabe juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis). Antioksidan  dalam capsaicin juga mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Caranya adalah dengan menangkap kolesterol jahat dalam tubuh kita dan menetralkannya sehingga tidak lagi berbahaya. Kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam tubuh dapat meningkatkan resiko berbagai penyakit mematikan seperti jantung koroner danstroke.

Makanan yang pedas cenderung membuat orang makan lebih banyak. Ada tiga hal yang menjadi alasan hal itu bisa terjadi.Pertama, rasa pedas akan terasa lebih menyiksa jika makan perlahan-lahan atau berhenti makan. Oleh karena itu, orang akan makan lebih cepat dan lebih banyak. Padahal, otak akan lambat memberikan sinyal kenyang jika makan dilakukan dengan lambat.
Hal kedua berkaitan dengan hormon endorphin. Dengan meningkatnya produksi endorphin, mereka akan merasa bahagia, nikmat, dan bersemangat. Menurut ilmu psikologi, orang cenderung makan lebih lahap dan nikmat jika mereka sedang merasa bahagia dan bersemangat.

Karena dapat meningkatkan nafsu makan, mungkin membuat Anda akan berpikir dua kali untuk menyantap masakan pedas karena khawatir akan kenaikan berat badan. Akan tetapi ternyata tidak seperti itu, karena capsaicin dalam cabai juga dapat membantu proses penurunan berat badan. Hal ini adalah karena capsaicin memiliki sifat termogenik, yang berarti dapat meningkatkan proses metabolisme. Sehingga, lemak akan semakin mudah terbakar. Menurut hasil penelitian, mengkonsumsi cabai dapat meningkatkan pembakaran lemak hingga 25% selama 3 jam sejak cabe tersebut dimakan.
Cabai juga diakui untuk mengatasi sembelit, hal ini Memakan cabe bisa menyebabkan diare. Diare berarti feses (tinja) yang dihasilkan encer. Bagi penderita sembelit, memakan cabe bisa mengatasi susah buang air besar. Memakan cabe dapat memperlancar pencernaan, namun kalau kebanyakan bisa menyebabkan diare.

Menurut riset yang dilakukan oleh Case Western Reserve University, salep capsaicin mampu menurunkan nyeri hingga 33% pada penderita osteoarthritis dan 57% pada penderita rematik arthritis.
Riset yang lain lagi dilakukan oleh University of Toronto di Kanada. Hasilnya menunjukkan bahwa salep capsaicin mampu menurunkan nyerineuralgia hingga 80%.

Merokok akan meninggalkan berbagai macam limbah dalam tubuh, termasuk nikotindan benzopiren. Limbah nikotin tersebut akan dinetralkan oleh cabai yang memiliki sifat penawar racun. Benzopiren akan dinetralkan oleh vitamin A yang juga terkandung dalam cabai. Vitamin A ini juga akan mengurangi peradangan dan pembengkakan paru-paru yang sering terjadi pada tubuh perokok. Oleh karena itu, cabai kadang digunakan untuk terapi penyembuhan pasca berhenti merokok serta  Cabai juga  dapat bertindak sebagai detoks atau penawar racun bagi tubuh. Cabai menghilangkan racun dalam tubuh dengan cara menetralkan limbah yang diproduksi di dalam sel. Selain itu, cabai juga dapat membantu menawarkan racun dari makanan yang sedang dicerna.

*Disarikan dari berbagai sumber
*Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment