beranda

Tuesday, June 25, 2013

PENDIDIKAN MENENGAH UNIVERSAL

PENDIDIKAN MENENGAH UNIVERSAL 

  1. A.      LATAR BELAKANG MASALAH
Persaingan global di segala bidang kini sedang melanda negara-negara di dunia. Bagi negara maju, mungkin adanya persaingan global hanya menuntut mereka untuk menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan negara-negara yang lain. Tetapi bagi negara berkembang seperti Indonesia, adanya persaingan global menuntut untuk meningkatkan segala sektor negara baik politik, ekonomi, pendidikan maupun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
Peningkatan semua sektor tentunya dilaksanakan melalui pembangunan bangsa. Dalam upaya pembangunan bangsa, tampaknya pengembangan sumber daya manusia adalah yang paling penting dan utama jika dibandingkan dengan pengembangan sumber daya alam, meskipun antara keduanya saling berkaitan dan tak terpisahkan. Oleh karena itu, pembangunan manusia seutuhnya perlu diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan yang baik.
Pendidikan adalah sarana utama didalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tanpa pendidikan akan sulit diperoleh hasil dari kualitas sumber daya manusia yang maksimal. Kebutuhan akan pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri, bahkan semua itu merupakan hak semua warga negara. Sebagaimana yang termaktub di dalam UUD’45 pasal 31 ayat (1) secara tegas menyebutkan bahwa : “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran”.
Dengan demikian pendidikan yang bermutu bukanlah milik suatu kelompok atau perseorangan, akan tetapi pendidikan adalah hak semua warga negara tanpa membedakan suku, agam, ataupun kasta.
Menyikapi hal itu adalah sesuatu yang wajar jika pemerintah melalui keputusan menteri pendidikan nasional telah mencanangkan kewajiban belajar 9 tahun. Bahkan untuk meminimalisir jumlah angka putus sekolah dan agar seluruh warga usia sekolah berkesempatan untuk menikmati pendidikan, pemerintah berupaya mencanangkan Pendidikan Menengah Universal.
  1. B.       RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan, maka dirumuskan beberapa masalah yaitu:
  1. Bagaimana pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU)?
  2. Apakah kemungkinan dampak positif yang akan terjadi dari diselenggarakannya Pendidikan Menengah Universal (PMU)?
  3. Apakah kemungkinan dampak negatif yang akan terjadi dari diselenggarakannya Pendidikan Menengah Universal (PMU)?
  1. C.      TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah yang dituliskan, maka tujuan yang akan dicapai adalah:
  1. Mengetahui pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU).
  2. Mengetahui kemungkinan dampak positif yang akan terjadi dari diselenggarakannya Pendidikan Menengah Universal (PMU).
  3. Mengetahui kemungkinan dampak negatif yang akan terjadi dari diselenggarakannya Pendidikan Menengah Universal (PMU).
  1. D.      TEORI
    1. 1.      Pendidikan Menengah Universal (PMU)
Istilah Pendidikan Menengah Universal yang selanjutnya disingkat dengan PMU merupakan rintisan wajib belajar 12 tahun. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menjelaskan Pendidikan Menengah Universal 12 Tahun ditempuh untuk menjaring usia produktif di Indonesia. Pemerintah akan mewajibkan program Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau pendidikan gratis hingga SMA pada 2013 mendatang.
Nama Pendidikan menengah Universal (PMU) diambil karena sebagai rintisan di mana belum adanya peraturan perundangan yang mewajibkan Wajib Belajar 12 Tahun. Oleh karena itu, pemerintah berencana mengamandemen Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengatur soal wajib belajar 9 tahun menjadi wajib belajar 12 tahun.
  1. 2.      Sasaran Pendidikan Menengah Universal (PMU)
Penyelenggaraan Pendidikan Menengah Universal (PMU) tentunya tidak asal saja tetapi juga mempunyai sasaran yang ingin dicapai atau tujuan dari pelaksanaanya. Dalam pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU) ada tiga sasaran yang ingin dicapai, yaitu:
  1. Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah
Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan rasio jumlah siswa, berapapun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu. Misal, APK SMA sama dengan jumlah siswa yang duduk di bangku SMA dibagi dengan jumlah penduduk kelompok usia 16 sampai 18 tahun.
APK menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum di suatu tingkat pendidikan. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan.
  1. Memperkecil disparitas antar daerah
Disparitas dapat diartikan dengan perbedaan. Jadi, memperkecil disparitas antar daerah dapat diartikan dengan memperkecil perbedaan antar daerah khususnya dalam bidang pendidikan.
  1. Memperkuat pelayanan pendidikan vokasi
Istilah vokasi digunakan untuk program pendidikan menggantikan istilah profesional atau profesi. Istilah vokasi diturunkan dari bahasa Inggris, vocation, yang sama artinya dengan profession. Di Amerika Serikat, vokasi digunakan untuk menyebut pengelompokan sekolah kejuruan seperti di Indonesia.
Menurut Pavlova (2009) yang diambil dari makalah Dr. Putu Sudira, M. P, tradisi dari pendidikan kejuruan atau vokasi adalah menyiapkan peserta didik untuk bekerja. Pendidikan dan pelatihan kejuruan/vokasi menyiapkan terbentuknya perilaku, sikap, kebiasaan kerja dan apresiasi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia usaha dan industri. Pendidikan kejuruan/vokasi merupakan pendidikan pengembangan bakat untuk bekerja dalam bidang-bidag tertentu.
Jadi, dapat dikatakan bahwa pendidikan vokasi adalah suatu program pada jenjang pendidikan tinggi yang mempunyai tugas untuk mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu. Hal ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa:
Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program pendidikan akademik, profesi dan/atau vokasi(pasal 20 ayat (3)).
Dahulu istilah yang dipakai untuk menyebut pendidikan vokasi adalah pendidikan non gelar.
  1. E.       PEMBAHASAN
    1. 1.      Pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU)
Pendidikan Menengah Universal atau yang bisa disingkat dengan PMU dapat dikatakan sebagai one step ahead. Bagaimana tidak? Ide dasarnya pun sederhana, bahwasanya Pendidikan Menengah Universal (PMU) merupakan sebuah lompatan yang sangat signifikan dalam layanan pendidikan kita.
Dengan adanya kesepakatan untuk melaksanakan Wajib Belajar 12 Tahun pada tahun 2013, Dewan meminta Pemerintah menyegerakan revisi       ketentuan Pasal 6 ayat (1) UU tentang Sistem Pendidikan Nasional tentang:
Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.
Revisi yang diharapkan adalah bahwa setiap warga negara yang berusia 7 (tujuh) sampai dengan 18 (delapanbelas) tahun wajib mendapatkan pendidikan. Program wajib belajar 12 tahun ini sangat diharapkan oleh masyarakat luas terutama bagi masyarakat yang tidak mampu.
Dalam hal ini, Pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk mempersiapkan Wajar 12 Tahun atau yang lebih tepat disebut sebagai Pendidikan Menengah Universal (PMU), yaitu pendidikan menengah yang mencakup SMA, MA dan SMK. Pendidikan Menengah Universal (PMU) pada dasarnya merupakan pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh warga negara Republik Indonesia untuk mengikuti pendidikan menengah yang bermutu.
Istilah universal diambil untuk membedakan pengertian wajib belajar yang sudah dijalankan pada jenjang pendidikan dasar 9 tahun. Pengertian universal adalah konsep yang umum digunakan oleh badan dunia (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk memberikan pelayanan umum kepada publik, tanpa harus diminta, yang biasa disebut dengan istilah public service obligation (PSO). Sebuah bentuk pelayanan yang jauh lebih mulia karena tidak perlu diminta tapi disediakan atau dijalankan.
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Pendidikan Menengah Universal adalah nama lain dari Wajib Belajar 12 tahun. Menurutnya, kementerian tidak memakai kata wajib karena tidak ada yang mewajibkan. Berbeda dengan program wajib belajar 9 tahun yang merupakan amanah dari Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dimana pada Bab VIII Pasal 34 berbunyi :
(1)   Setiap warga negara yang berusia 6 tahun dapat mengikuti program wajib belajar.
(2)   Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
(3)   Wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yangdiselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.
(4)   Ketentuan mengenai wajib belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
Jadi jelas, untuk Wajib Belajar 9 Tahun diatur dalam undang-undang, sementara Wajib Belajar 12 tahun belum ada undang-undangnya. Tujuan utama PMU adalah meningkatkan kualitas penduduk Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, peningkatan kehidupan sosial politik serta kesejahteraan masyarakat. Salah satu sasarannya adalah pada tahun 2020 angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah sekurang-kurangnya mencapai 97%. Tanpa kebijakan PMU, skenario capaian sebesar APK 97% baru akan tercapai pada 2040.











Dengan diadakannya Pendidikan Menengah Universal diharapkan nantinya akan meningkatkan APK pada semua daerah-daerah di Indonesia. Hal ini tentunya dapat memperkecil disparitas antar daerah karena di setiap daerah baik daerah maju maupun terpencil telah dicanangkan wajib belajar 12 tahun.Sasaran yang lain adalah memperkecil disparitas antar daerah. Diakui dengan kondisi yang berbeda antarwilayah, baik menyangkut kondisi geografis maupun kemampuan sosial-ekonomi, distribusi APK pendidikan menengah kita masih sangat timpang antardaerah satu dengan lain. Buktinya, di Indonesia masih banyak daerah-daerah yang APK SM (angka partisipasi kasar sekolah menengah) masih di bawah rata-rata. Hal ini dapat dilihat dari gambar berikut:
Selain itu, sasaran lain yang akan dicapai yaitu memperkuat pelayanan pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi yang dimaksud di sini adalah pendidikan kejuruan di tingkat menengah, bukan pendidikan kejuruan di tingkat perguruan tinggi. Dengan pencanangan Pendidikan Menengah Universal, maka diharapkan lulusan-lulusan di Indonesia akan memiliki SDM yang spesifik dan lebih siap untuk bekerja. Hal ini dapat dilakukan dengan penerapan pendidikan vokasi pada jenjang menengah dengan memperbanyak SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).
Cita-cita mulia mewujudkan program pendidikan menengah 12 tahun tentu harus dijalankan dengan memperhatikan kemampuan fiskal pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah provinsi perlu mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembiayaan program ini. Bagaimanapun, pendidikan merupakan investasi jangka panjang.Kita harus optimistis, dalam 10 atau 20 tahun ke depan, anak-anak bangsa siap menyambut “Indonesia Emas”.
Untuk melaksanakan Wajar 12 tahun atau PMU ini, perencanaan kebutuhan antara lain meliputi sarana pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan yang didasarkan pada jumlah dan distribusi penduduk usia pendidikan jenjang menengah di tingkat kabupaten/kota.
Masalah anggaran adalah masalah yang paling penting. Masalah anggaran ini merupakan wilayah kewenangan antara Pemerintah dan DPR RI. Namun pihak Kementerian Dikbud sudah menghitung anggaran yang diperlukan, sekarang ini, minimal yang harus disiapkan kira-kira Rp 21 triyun, dan biaya yang terbesar tersebut dipergunakan untuk pengeluaran dana BOS (bantuan operasional sekolah).
Secara operasional, PMU dilaksanakan kurang lebih sama dengan Wajar 9 Tahun. Untuk menjamin PMU mencapai sasarannya, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) tentu akan banyak mengalokasikan dana terutama untuk pembangunan sarana dan prasarana, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), penyediaan dan peningkatan kualitas guru, serta bantuan untuk siswa yang tidak mampu.
Secara nasional jumlah guru tingkat SMA berlebih tetapi untuk guru SMK (sekolah Menengah Kejuruan) masih kekurangan. Guru SMK yang kurang tersebut guru SMK yang produktif. Guru SMK yang produktif dimaksud adalah guru mengajar keahlian tertentu. Kekurangan tenaga guru tersebut sekarang sedang dipersiapkan oleh Kementerian Dikbud bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi. Bahkan, mulai tahun ini Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) sudah menyiapkan calon-calon guru yang akan dikirim ke SMK – SMK tetapi jumlahnya masih sangat terbatas, namun nanti  kalau anggaran tersedia Kemendikbud akan menyiapkannya secara masif.
PMU merupakan rintisan Program Wajar 12 Tahun. Mulai tahun 2013 rintisan tersebut dimulai. Untuk itu, Pemerintah melalui Kemdikbud terus mematangkan konsep dan strategi pelaksanaan PMU ini, termasuk penganggarannya. Kementerian Dikbud sebenarnya telah membuat skenario pembiayaan untuk pelaksanaan program PMU. Rancangan pembiayaan itu nantinya bersumber dari Pemerintah pusat sebesar 50%, kemudian Pemerintah Daerah propinsi, kabupaten dan kota kira-kira menanggung sekitar 40% tetapi kalau Pemerintah Daerah mampu menanggung 50% maka masyarakat akan tidak terbebani. Tetapi kalau harus masyarakat menyumbang maka sudah ditetapkan hanya diperbolehkan memungut sebesar 10% sehingga masyarakat dari kelas menengah ke bawah tidak terbebani untuk dapat mengikuti program ini.
  1. 2.      Kemungkinan Dampak Positif dari Pendidikan Menengah Universal (PMU)
Segala pelaksanaan sistem pasti ada dampaknya. Beberapa dampak positif atau perubahan yang diharapkan dari Pendidikan Menengah Universal (PMU) asalah sebagai berikut:
a)      Terjadi peningkatan akses publik ke SMA/sederajat,
Dengan adanya PMU, peluang masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/sederajat semakin besar.
b)      Angka partisipasi kasar (APK) tingkat SMA/sederajat akan makin tinggi,
Hingga 2012 ini, APK SMA/sederajat seacara nasional masih berada di bawah 70%. Dengan adanya PMU, APK ini akan naik menjadi sekitar 97% pada tahun 2020. Hal ini sekaligus merupakan percepatan APK pendidikan menengah. Tanpa PMU atau “Wajar 12 Tahun”, APK sebesar itu baru bisa tercapai pada tahun 2040.
c)      Terjadi penambahan jumlah peserta didik yang berpeluang melanjutkan ke perguruan tinggi,
Hal ini sejalan dengan ditingkatkannya layanan pendidikan tinggi, termasuk akan dibangunnya akademi komunitas (community college) di setiap kabupaten/kota menyusul disahkannya UU Pendidikan Tinggi.
d)     Penyeimbangan antara SMA dan SMK,
Hal ini, akan mengurangi perbedaan jumlah kedua jenis sekolah menengah ini; dan sekaligus menambah jumlah lulusan yang siap kerja terutama dari SMK tanpa mengurangi jumlah yang siap melanjutkan ke perguruan tinggi baik dari SMA maupun SMK.
e)      PMU akan memperbaiki kualitas angkatan kerja,
Pengetahuan dan keterampilan lulusan SMA/SMK lebih memadai ketimbang lulusan SD/SMP. Sedangkan berdasarkan usia, lulusan SMA/SMK lebih siap memasuki dunia kerja.
f)       Mobilitas vertikal para lulusan SMA/SMK juga akan cenderung lebih mudah ketimbang lulusan SD/SMP.
Karena itulah, kehadiran PMU ini boleh dikatakan berada satu langkah di depan (one step ahead) di tengah-tengah dunia pendidikan kita. Menjadi terobosan dalam meningkatkan kualitas SDM bangsa Indonesia; sekaligus memperbaiki kinerja dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
  1. 3.      Kemungkinan Dampak Negatif dari Pendidikan Menengah Universal (PMU)
Setiap pelaksanaan kegiatan atau sistem, pasti memiliki akibat atau dampak. Beberapa kemungkinan dampak negatif yang akan terjadi dari pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU), diantaranya adalah masalah anggaran. Dengan diberlakukannya sistem baru, pastilah ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Jika dahulu, pemerintah hanya mencanangkan Wajar 9 tahun, maka pemerintah hanya wajib menganggarkan dana pendidikan khususnya untuk BOS (Bantuan Operasional Sekolah) bagi pendidikan selama 9 tahun yaitu SD dan SMP. Namun, dengan rencana Pendidikan Menengah Universal (PMU), maka pemerintah juga harus menganggarkan dana lebih karena jenjang yang dicakup kini lebih lama yaitu 12 tahun dari SD, SMP samapi SMA/SMK.
  1. F.       KESIMPULAN
Pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU) akan dirintis mulai tahun 2013 dengan catatan pemerintah harus mengamandemen Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pelaksanaannya, pemerintah perlu memperhatikan perencanaan kebutuhan antara lain meliputi sarana pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan yang didasarkan pada jumlah dan distribusi penduduk usia pendidikan jenjang menengah di tingkat kabupaten/kota. Hal ini dimaksudkan agar sasaran yang meliputi peningkatan APK, memperkuat layanan pendidikan vokasi dan memperkecil disparsi antar daerah dapat terwujud.
Beberapa perubahan/dampak positif yang diharapkan terjadi setelah pelaksanaan PMU adalah:
a)       Terjadi peningkatan akses publik ke SMA/sederajat,
b)       Angka partisipasi kasar (APK) tingkat SMA/sederajat akan makin tinggi,
c)       Terjadi penambahan jumlah peserta didik yang berpeluang melanjutkan ke perguruan tinggi,
d)      Penyeimbangan antara SMA dan SMK,
e)       PMU akan memperbaiki kualitas angkatan kerja,
f)        Mobilitas vertikal para lulusan SMA/SMK juga akan cenderung lebih mudah ketimbang lulusan SD/SMP.
Sedangkan dari sudut negatifnya, akibat yang mungkin terjadi adalah pemerintah harus menganggarkan dana lebih banyak untuk pendidikan selama 12 tahun dari SD, SMP samapi SMA/SMK.

KURIKULUM 2013 : Kemendikbud Tetapkan Jadwal TOT Kurikulum 2013 Pekan Kedua Juli

KURIKULUM 2013 : Kemendikbud Tetapkan Jadwal TOT Kurikulum 2013 Pekan Kedua Juli

Tahun pelajaran 2013/2014 sudah di depan mata,dan kurikulum baru kurikulm 2013 siap dilaksanakan.Sebagai langkah strategis pelaksanaan Kurikulum  2013 maka Kementeraian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya menetapkan jadwal training of trainer (TOT) bagi guru di sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013. Meski demikian, belum semua sekolah sasaran Kurikulum 2013 ditetapkan. Sekolah sasaran Kurikulum 2013 terdiri dari sekolah yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud dan sekolah yang mengajukan diri secara mandiri dan disetujui oleh Dinas Pendidikan Provinsi.
Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, tercatat 12 SD, enam SMP, enam SMA dan delapan SMK yang ditunjuk Kemendikbud menjadi penyelenggara Kurikulum 2013. Sekolah yang ditunjuk yaitu SDN Tempel, SDN Bayan, SDN Bulukantil, SD Islam Al Abidin, SD Warga, SDN Begalon II, SD Muhammadiyah PK, SDN Kleco I, SDN Kanisius Keprabon I, SD Muhammadiyah 24, SD Al Irsyad dan SDN Kratonan III untuk jenjang SD. Di jenjang SMP, enam sekolah yang ditunjuk adalah SMPN 1, SMPN 4, SMPN 12, SMP Al Azhar Syifa Budi, SMP Al Irsyad dan SMP AL Islam.
Untuk jenjang SMA dan SMK, Kemendikbud menunjuk SMAN 1, SMAN 3, SMAN 4, SMA Batik 1, SMA MTA, SMA Regina Pacis, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 7, SMKN 8 dan SMKN 9.
Jumlah guru yang dijadwalkan akan mengikuti TOT dari masing-masing jenjang sekolah meliputi 48 guru SD, 111 guru SMP, 30 guru SMA dan 65 guru SMK. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, Unggul Sudarmo, mengatakan berdasarkan jadwal yang diterimanya, TOT akan diselenggarakan pada 9-13 Juli mendatang.
Dirinya menegaskan, pelaksanaan Kurikulum 2013 tetap dilaksanakan di awal tahun ajaran baru 2013/2014, yakni 15 Juli. Disinggung tentang mepetnya pelaksanaan TOT dengan tahun ajaran baru, Unggul tidak bisa berkomentar banyak. Dirinya memastikan, jadwal TOT ditetapkan secara nasional.
“Secara nasional jadwalnya sudah bertahap. Pada 27 Juni-1 Juli, diadakan pelatihan instruktur guru inti di LPMP pusat, sementara instruktur akan melatih guru inti pada 3-7 Juli. Guru inti adalah guru yang akan melatih guru sekolah sasaran,” terangnya ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (22/6/2013).
Unggul melanjutkan, guru inti akan melatih seluruh guru dari sekolah sasaran Kurikulum 2013 di Provinsi Jawa Tengah. Hingga Sabtu, Bidang Dikmen yang juga ditunjuk sebagai Koordinator Kurikulum 2013 Solo belum menerima hasil penetapan sekolah sasaran lainnya.
Menurut Kepala Seksi Kurikulum Bidang Dikmen Disdikpora Solo, Budi Setiono, pihaknya mencatat 220 SD, tujuh SMK, sembilan SMA dan delapan SMP nonpercontohan yang mendaftarkan diri secara mandiri sebagai pelaksana Kurikulum 2013. Budi mengakui, data seluruh sekolah tersebut sudah dikirimkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jateng sejak 15 Juni lalu.

*Dikutip dari solopos.com
*Semoga Bermanfaat

PNS wajib menggunakan Email Resmi Pemerintah

PNS wajib menggunakan Email Resmi Pemerintah


Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) telah menerbitkan surat edaran yang meminta seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) agar dalam melakukan urusan kedinasan dengan memanfaatkan media surat elektronik, menggunakan alamat email resmi pemerintah, yaitu domain @pnsmail.go.Id atau yang dimiliki masing-masing pemerintah dengan alamat (nama instansi masing-masing).go.Id. Diharapkan, pada 1 Januari 2014, seluruh instansi pemerintah telah menggunakan alamat email resmi pemerintah sebagai alat komunikasi kegiatan kedinasan.


Seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Jumat (14/06), imbauan itu disampaikan Menteri PAN-RB Azwar Abubakar melalui Surat Edaran Nomor 06 Tahun 2013 tertanggal 27 Mei 2013. Hal itu terkait dengan upaya percepatan reformasi birokrasi sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010.
 
Untuk mendownload Surat Edaran Men PAN-RB Nomor 06 Tahun 2013 tertanggal 27 Mei 2013 silakan Klik:
 
 Email Resmi Pemerintah untuk PNS
Menurut Menteri PAN-RB, saat ini seluruh instansi pemerintah telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai pendukung dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Namun demikian, masih banyak ditemukan pegawai/pejabat yang menggunakan email non pemerintah sebagai alat komunikasi persuratan elektronik dalam kegiatan kedinasan, termasuk yang dimiliki oleh pihak asing. “Ini berisiko dan tidak aman dalam konteks kerahasiaan data dan informasi negara," sebut Menteri PAN-RB.


Karena itu, Kementerian PAN-RB memandang perlu diupayakan suatu langkah strategis dengan menyediakan email resmi pemerintah sebagai alat komumikasi persuratan elektronik kegiatan kedinasan yang diberikan bagi PNS di seluruh Indonesia.


Melalui Surat Edaran itu, diingatkan kepada seluruh pegawai/pejabat instansi pemerintah bahwa wajib menggunakan email resmi pemerintah sebagai alat komunikasi persuratan elektronik dalam kegiatan kedinasan. Hal ini dimaksudkan, agar terwujud birokrasi modern yang cepat, efektif, efisien, dan aman di lingkungan instansi pemerintah.


Menurut Azwar, untuk menjangkau komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan seluruh PNS, pemerintah menetapkan pemanfaatan email nasional bagi seluruh PNS dengan domain @pnsmail.go.Id. 


"Email ini tidak mengesampingkan pemanfaatan email resmi kementerian/lembaga/pemda yang sudah ada, dan dimanfaatkan oleh PNS," kata Menteri PAN-RB semberi menyebutkan, PNS tetap dapat memiliki email resmi pemerintah .go.id yang lain sesuai dengan aturan, peran dan peruntukannya.


Format alamat email PNSMail adalah nama.pns@pnsmail.go.id. "Setiap PNS hanya diijinkan memiliki satu alamat email nasional pada PNSMail," tegas Menteri PAN-RB.


Disebutkan dalam Surat Edaran itu, dukungna layanan dilakukan melalui admin@pnsmai.go.Id. Sementara informasi dan pendaftaran alamat email di PNSMail dapat diakses melalui www.pnsmail.go.Id.


Ditegaskan dalam Surat Edaran itu, PNSMail dikelola sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik, khususnya dengan memperhatikan aspek-aspek keamanan dari sisi penyelenggaraannya.

Monday, June 24, 2013

Alasan Tidak Melakukan Peregangan



Alasan Tidak Melakukan Peregangan

Peregangan adalah usaha untuk menjaga elastisitas otot sehingga mampu untuk melakukan kerja dengan baik.
Ada 2 tipe peregangan
a.Peregangan statis:Dimana peregangan yang dilakukan dalam posisi diam
b.Peregangan Dinamis:Peregangan dimana tubuh tetap aktif bergerak
Sebagian besar dari kita pastilah mendengar bahwa kita harusmelakukan pemanasan dengan peregangan. PAda posisi diam , seperti menyentuh jari-jari kaki, selama 30 detik atau lebih,usaha ini pada peregangan statis dapat  lebih elastis lebih kuat dan terhindar dari cedera.Namun  dalam beberapa tahun terakhir berbagai percobaan telah dilakukan dan ternyata  para peneliti telah menemukan bahwa peregangan statis dapat mengurangi capaian ketinggian pelompat dan kecepatan sprinter, tanpa secara substansial mengurangi kemungkinan orang cedera.
Sekarang, dua studi baru memberikan kita alasan tambahan untuk tidak
peregangan.
Sebuah penelitian yang diterbitkan bulan Mei dalamThe Journal of Strength and Conditioning Research , menyimpulkan bahwa jika kita melakukan peregangan statis sebelum  mengangkat beban, Anda mungkin merasakan bahwa diri Anda merasa lemah dan kurang kuat dari yang Anda harapkan selama latihan. Temuan-temuan lain berdasarkan studi yang dilakukan ahli  dari Kroasia, secara mengejutkan menyatakan bahwa mereka telah melakukan secara komprehensif re-analisis data dari percobaan sebelumnya yang dipublikasikan dalam The Journal of Medicine Skandinavia dan ilmu pengetahuan dalam olahraga, Bersama-sama dalam  studi mereka  menambah konsensus ilmiah yang berkembang bahwa peregangan sebelum latihan seperti pada umumnya umumnya adalah  tidak perlu dilakukan dan cenderung kontraproduktif.
Banyak isu yang berkaitan dengan olahraga dan peregangan tetap belum terselesaikan. Secara khusus,
belum jelas sampai sejauh mana, tepatnya, latihan berikutnya yang berubah ketika Anda melakukan peregangan terlebih dahulu, serta apakah semua jenis aktivitas fisik sama-sama terpengaruh.
Para  peneliti di University of Zagreb,dalam studi baru dengan kisaran yang lebih luas mulai melakukan reanalysis terhadap ratusan percobaan sebelumnya, di mana relawan melakukan peregangan dan kemudian melompat,berlari, mengangkat dan menguji kekuatan otot mereka kekuatan serta power mereka. Untuk tujuan itu, para peneliti Kroasia menginginkan penelitian yang digunakan hanya peregangan statis sebagai eksklusif pemanasan, percobaan yang dilakukan dikecualikan pada  percobaan terakhir di mana relawan melakukan pemanasan/peregangan dinamis/aktif dan melakukan lari dalam sesi latihan.
Para ilmuwan
menemukan 104 studi sebelumnya yang sesuai dengan kriteria yang telah mereka tetapkan. Kemudian hasil studi tersebut dianalisa dan, menggunakan perhitungan statistik canggih, ditentukan berapa banyak peregangan menghambat kinerja selanjutnya.
Dan hasilnya bagi atlet –atlet yang kompetitif,menurut perhitungan para ahli, peregangan statis yang dilakukan mengurangi kekuatan elastisitas pada otot  hampir 5,5 persen, dengan dampak peningkatan pada orang yang melakukan peregangan individu selama 90 detik atau lebih. Sementara efeknya agak berkurang ketika melakukan peregangan yang  berlangsung kurang dari 45 detik, secara umum peregangan yang dilakukan pada otot, secara substansial kurang kuat.
Mereka juga
menjadi kurang kuat, dimana kekuatan otot yang  menjadi ukuran kemampuan untuk menghasilkan kekuatan selama kontraksi, menurut Goran Markovic, seorang profesor kinesiologi di Universitas Zagreb dan penulis senior studi tersebut. Dalam 're-analisis Dr Markovic dan rekan-rekannya berdasarkan data sebelumnya, mereka memutuskan bahwa kekuatan otot umumnya akan turun sekitar 2 persen setelah melakukan peregangan statis.
Temuan lainnya,bahwa kinerja explosive power otot juga menurun secara signifikan, sebanyak 2,8 persen. Itu berarti bahwa seseorang sprinter yang mencoba melakukan tolakan dari blok awal, ledakan yang  keluar saat pukulan service  pertama tenis , clean and jerk pada angkat berat,block pass  pada tembakan basket , atau bahkan dalam start maraton akan merasakan sakit bila melakukan peregangan pertama . Kinerja mereka setelah pemanasan dengan peregangan kemungkinan lebih buruk daripada jika mereka belum melakukan pemanasan sama sekali.
Sebuah kesimpulan
lain yang  serupa dilakukan oleh penulis dari studi lainnya, di mana laki-laki muda dapat melakuka standart squat  barbel dengan baik,baik itu dilakukan setelah peregangan ataupun tidak. Para relawan bisa mengelola berat badan 8,3 persen lebih setelah peregangan statis. Tetapi yang lebih lebih menarik, mereka juga melaporkan bahwa mereka merasa kurang stabil dan lebih kurang seimbang setelah peregangan daripada ketika mereka tidak melakukan peregangan.
Hanya mengapa peregangan
statis yang dilakukan dapat menghambat kinerja otot tidak sepenuhnya dipahami, para ahli menduga masalahnya adalah bahwa peregangan yang dilakukan tidak sama  persis dengan apa yang diharapkan untuk dilakukan.Hal  Ini mempengaruhi otot dan tendon. Namun dalam prosesnya mempengaruhi otot sehingga kurang mampu untuk menyimpan energi dan mempengaruhi elastisitas otot dalam melakukan tindakan.
Temuan dalam studi tersebut tentu saja  berlaku untuk orang-orang yang  membutuhkan power/kekuatan dan explosive/daya ledak, lebih daripada endurance/daya tahan. Tapi "beberapa penelitian mengatakan mendukung" bahwa peregangan static dapat mengurangi dalam lari jarak jauh dan bersepeda, kata Dr Markovic.
Dr.Markovic,menggarisbawahi bahwa penting atau tidaknya latihan dengan peregangan, katanya. "Kami sekarang dapat mengatakan dengan pasti bahwa peregangan statis saja tidak direkomendasikan sebagai bentuk yang tepat dari pemanasan," katanya. "warming-up harus meningkatkan kinerja,bukan membuat lebih buruk," jelasnya,.
Sebuah pilihan yang lebih baik, lanjutnya, adalah untuk pemanasan dinamis, dengan menggerakkan otot-otot yang akan
digunakan dalam latihan Anda. Jumping jacks dan high kicks misalnya,dapat digunakan untuk mempersiapkan otot-otot dalam latihan  yang lebih baik daripada peregangan. Dan manfaat yang lain gerakan-gerakan tersebut  juga bisa menyenangkan untuk dilakukan.


*Demikian,disarikan dari berbagai sumber
*Semoga bermanfaat

Cedera olahraga: bagaimana mencegahnya



Cedera olahraga: bagaimana mencegahnya

Cedera olahraga sering sekali kita dengar,bahkan dalam sebuah study dikatakan bahwa diperkirakan lebih dari satu dari 10 orang telah keseleo otot, ligamen robek atau patah tulang di arena olahraga setiap minggunya. Banyak kejadian cedera ini dianggap sebagai masalah kecil,masalah sepele,namun dalam kenyataannya cedera yang terjadi lebih serius dari apa yang kita perkirakan,meskipun itu adalah cedera kaki terkilir.
Cedera yang terjadi memiliki konsekuensi jangka panjang untuk kenyamanan dan kemampuan untuk berolahraga.Perlu diperhatikan bahwa cedera yang terjadi tentu berbeda antara satu aktivitas olah raga dengan aktivitas yang lain.
Apakah peregangan mencegah cedera?
Perlu diketahui peregangan adalah aktifitas untuk membuat otot lebih elastis dan siap untuk digunakan beraktivitas.dengan elastisitas otot tentu kita akan lebih mudah dan lebih nyaman melakukan olahraga.Namun bagaimanapun juga peregangan dan pemanasan hanya mempersiapkan otot bukan mencegah,sehingga peregangan hanya untuk mengurangi besar resiko cedera yang tidak kita harapkan.

Cedera Umum
Keseleo pergelangan kaki dan strain
 
Atlet atau olahragawan sering sekali mengalami hal ini karena Pergelangan kaki sangat rentan terhadap cedera.
Seorang penari balet menggunakan penguatan dan keseimbangan latihan untuk melindungi pergelangan kaki mereka.
Mempertahankan tingkat umum kebugaran
selama melakukan aktivitas olahraga, dan melakukan latihan dengan bola atau menggunakan wobble-board/papan bergoyang dapat meningkatkan keseimbangn untuk mengurangi resiko ini.
Latihan penguatan Ankle
Beberapa latihan sederhana untuk membantu mempertahankan kekuatan, fleksibilitas dan stabilitas di sendi pergelangan kaki ,dapat mencegah terjadinya cedera.
Sendi pergelangan kaki terdiri dari tiga tulang - tibia, fibula dan talus - dengan ligamen di kedua sisi sendi yang memegang tulang bersama-sama. Ada juga banyak tendon yang melintasi sendi pergelangan kaki dan memfasilitasi gerakan. Pergelangan kaki bersama
-sama bertanggung jawab untuk memindahkan kaki  ke arah tulang kering Anda (dorsi fleksi) dan turun menuju lantai (plantar fleksi). Sendi lain di bawah engkel kaki bersama bergerak  ke sisi (eversi) yang dalam menuju kaki  yang lain (inversi).

Latihan Menekan jari kaki
 

• Duduk di kursi atau bangku, dan
angkat jari-jari kaki  ke arah tulang kering , menjaga tumit untuk tetap di tanah.
• Turunkan jari-jari kaki  sehingga mereka menyentuh tanah, menjaga tumit
tetap  di tanah.
• Lakukan dua set 12 repetisi, dan secara bertahap
melakukan pengulangan dari waktu ke waktu.
• Setelah
itu tekan satu kaki dengan kaki yang lain ,kemudian angkat kearah tulang kering.tumit bawah tetap di tanah.

Latihan Berdiri mengangkat tumit
 

• Berdiri di tepi papan atau lantai .
• Angkat tumit  sehingga
posisi berdiri tinggi pada jari-jari kaki.
• Turunkan tumit
lakukan latihan ini cukup untuk merasakan peregangan di betis  untuk satu pengulangan.

Latihan Berdiri dengan satu kaki
 
 • Berdiri dengan satu kaki  di tanah yang datar, dengan kaki lainnya ditekuk posisi paha lurus kebawah,tumit menyentuh pantat.
• Mulailah dengan memegang
kaki yang ditekuk selama 30 detik , dan secara bertahap ulangi beberapa kali,jika perlu tambah durasi waktunya.
Kemudian cobalah lakukan dengan keadaan mata tertutup.

Lingkaran pergelangan kaki dan alfabet
   
• Angkat satu kaki ke udara, dan menggambar lingkaran dengan jari-jari kaki  selama 30 detik.
• Pastikan untuk memindahkan pergelangan kaki  melalui berbagai gerak di kedua arah.
• Ulangi pada kaki yang lain.
• Ketika Anda maju, berpura-pura menulis huruf-huruf alfabet dengan kaki Anda.

Cedera lutut

Lutut adalah salah satu titik lemahhal ini karena lutut menopang pergerakan aktif.Kerusakan ligamen yang menjaga stabilitas lutut  - seperti ligamen cruciatum anterior (ACL) - sangat umum dalam olahraga yang melibatkan banyak perubahan arah yang tiba-tiba , seperti sepakbola, basket dan ski.
Sebuah ACL
yang sobek adalah salah satu cedera yang benar-benar ditakuti olahragawan,cedera ini merupakan salah satu cedera serius yang paling umum dalam olahraga. Misalnya, di antara pemain AFL profesional, 12 persen dari semua pertandingan terjawab karena cedera adalah dari ACL sobek.
Pengobatan dari cedera ini adalah dengan operasi yang membutuhkan watu berbulan-bulan untuk proses pemulihannya,kira-kira enam sampai tujuh bulan.Ini adalah program rehabilitasi besar.
Latihan untuk memperkuat otot-otot lutut  dapat membantu mencegah cedera ACL
.

Latihan penguatan Lutut
Beberapa latihan penguatan sederhana dan latihan peregangan untuk otot dan ligamen di sekitar lutut untuk membantu meningkatkan stabilitas dan mencegah cedera.
Lutut adalah sendi yang rumit terdiri dari empat tulang (femur, tibia, fibula, dan patela), meniscal
cartilage tulang rawan, bursa (kantung cairan sendi), berbagai ligamen, otot dan tendon. Menekuk lutut (fleksi) dan luruskan (ekstensi).

Squats

 
 • Berdiri,buka kaki selebar bahu, jari kaki depan, tumit datar.
lakukan gerakan seperti  akan duduk di kursi.
• Turunkan diri ke bawah sampai paha
datar  sejajar dengan tanah.
• Jaga punggung lurus dan
kemudian kembali ke posisi awal.
• Lakukan dua set 12-20 repetisi.

Menekuk lutut stasioner
 

• Berdiri , dengan
salah satu kaki di depan, dan satu kaki di belakang .
• Angkat tumit kaki belakang  dari tanah, kemudian turunkan lutut  kembali ke tanah. Lutut depan
ditekuk,paha lurus ke bawah .
dorong memantul kemudian kembali ke posisi awal untuk satu repetisi.
• Lakukan dua set 12-20 repetisi pada setiap kaki.

Steps up
 
• Tempatkan kaki kanan di bangku
yang kokoh atau kotak.
• Menjaga punggung lurus, melangkah ke atas bangku.
kaki kiri pada posisi melayang,jangan menggoyang kaki kiri
• Lengkapi semua pengulangan di sisi kanan sebelum swapping ke kaki kiri.
• Lakukan dua set 12-20 repetisi.

Tight stecth/peregangan paha
 
• Berdiri tegak, menyeimbangkan dengan satu kaki.
• Ambil kaki
,tekuk lutut sampai menyentuh pantat,paha lurus ke bawh.
• Tarik dengan lembut sampai Anda merasakan peregangan di bagian depan paha Anda, tahan selama 20 detik.
• Ulangi pada kaki yang berlawanan.

Tendonitis
Cedera olahraga umum lainnya
adalah peradangan pada tendon secara resmi dikenal sebagai epicondylitis lateral dikarenakan penggunaan otot tendon yang berlebihan, seperti tennis elbow -. Tendonitis juga dapat mempengaruhi Achilles tendon dan tendon di pinggul.Peradangan Tendon biasanya terjadi kepada orang-orang yang kembali melakukan aktivitas olah raga sehabis istirahat panjang,misalnya sehabis rehabilitasi cedera

Menghindari Cedera
A.Kebugaran Tubuh
Mencegah atau mengurangi resiko  cedera yang terjadi umumnya adalah menjaga Kebugaran tubuh.
Jika Anda tidak cukup fit untuk
melakukan permainan, kelelahan akan meningkatkan tingkat cedera yang mungkin terjadi.
Pola hidup sehat juga mempengaruhi kesehatan baik itu untuk kesehatan jantung dan kesehatan diabetes ,hal  itu baik untuk kesehatan  pada saat terjadi cedera.
Perlu diketahui juga bahwa kita juga harus Memahami bagaimana tubuh bekerja. Bagi sebagian orang,salah satu luka kronis disebabkan oleh cara mereka menggunakan tubuh,hal ini adalah apa yang dokter sebut sebagai masalah biomekanik.
B.Corrective foot orthotics
Jika setiap kali kita bermain sepak bola dan kita benar-benar merasakan sakit dan akan tetap terasa sakit selama beberapa  hari , mungkin layak  untuk segera memeriksa diri ke  fisio olahraga untuk melihat apakah ada latihan untuk mengubah cara Anda menggunakan tubuh kita.

C.Pelatihan dan pembinaan.
Cara yang lain  yang cukup penting untuk mencegah/menghindari cedera seperti ACL sobek, atau cedera hamstring  adalah pelatihan yang tepat dan pembinaan.
Jika
kita melakukan persiapan untuk olahraga dalam hal ini  memahami aturan dan gerakan tubuh yang akan dilakukan,kecil kemungkinan kita mengalami cedera.hal ini pun berlaku terhadap olahraga yang relative tenang seperti Golf.
Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang telah menerima pelatihan profesional dalam olahraga kecil kemungkinan untuk mendapat cedera.

D.Memakai pelindung
Pelindung mulut wajib untuk semua olahraga kontak dimana dengan pelindung mulut akan mengurangi resiko kerusakan gigi, dan aturan tentang alas kaki yang tepat serta kondisi lapangandiharapkan dapat mengurangi resiko cedera ACL.

E.Bagaimana memilih sepatu olahraga
Sepatu olahraga yang dirancang untuk memaksimalkan dukungan dan meminimalkan cedera, membantu Anda mendapatkan hasil maksimal dari aktivitas Anda.
Sepatu yang tidak pas atau usang dapat menyebabkan berbagai masalah.
Berikut ini apa yang harus dipertimbangkan:
Be spesifik - Tidak ada satu sepasang sepatu yang tepat untuk semua kegiatan. Carilah sepatu yang dirancang untuk mengurangi dan menyerap tekanan yang datang dari luar dan gunakan dalam kegiatan yang Anda pilih.
Bantalan
yang baik - Pentingnya bantalan akan tergantung pada riwayat cedera Anda, dan jenis permukaan lapangan dimana  Anda berolahraga , seperti rumput atau beton. Cari bantalan kaki depan dan pertengahan kaki memadai untuk penyerapan shock.
Heel
support - Struktur di bagian belakang sepatu yaitu bagian tumit harus kuat dan cukup lebar untuk menyediakan platform yang stabil untuk kaki. Hal ini sangat penting untuk olahraga yang melibatkan gerakan lateral, seperti tenis dan basket. Sepatu juga harus memiliki takik di bagian belakang atas sepatu untuk mencegah menggosok pada tendon Achilles.
Ask for Help Perlu diketahui bahwa kaki Semua orang  memiliki perbedaansehingga tak ada salahnya kita meminta bantuan orang lain yang lebih mengerti untuk memilih sepatu yang tepat untuk aktivitas dan anatomi Anda.Baik itu merek, fitur dan gaya  sepatu. Jika Anda memiliki kekhawatiran cedera, cobalah untuk berkonsultasi dengan podiatrist (ahli penyakit kaki), yang dapat menilai kaki Anda, dan merekomendasikan sepatu yang terbaik untuk Anda.
Ganti sepatu lama - memakai sepatu tergantung pada anatomi kaki Anda, berat badan, jenis latihan, frekuensi pelatihan dan permukaan
lapangan. Jangan menunggu sampai sepatu Anda benar-benar usang sebelum membeli sepatu yang baru.Mungkin sepatu yang lama tetap kelihatan bersih, tetapi kebanyakan sepatu akan kehilangan bantalan setelah 12 bulan penggunaan. Sol dalam juga bisa diganti untuk membantu menyerap berat badan Anda.



*Demikian,disarikan dari berbagai sumber
*Semoga bermanfaat